Kamis, 04 Februari 2016

Struktur Pohon Anggur




Struktur Pohon Anggur

Artikel ini mudah - mudahan berguna bagi pendatang baru untuk pemeliharaan tanaman anggur.

  1. Shtamb Underground - adalah bagian pohon anggur yang ditanam ditanah, terbentuk dari stek, membentuk akar adavtif dan tunas akar. 
  2. Akar - adalah bagian bawah dari bibit yang dibentuk akar.
  3. Akar Utama (Tumit)
  4. Akar lateral (Median)
  5. Akar Permukaan 
  6. Semak Utama/ Cabang Utama - ditumbuhi batang pohon anggur dengan volume lebih tebal di bentuk oleh jaringan yang longgar setelah melukai sistematik ketika pemangkasan. Kepala semak bercabang abadi / cordon.
  7. Sleeves/ Cabang Skunder - adalah konduktor air dan mineral dari akar ke daun dan buah, dan zat organik yang dihasilkanoleh daun ke akar. Sleeves anggur merupkan tempat penyimpanan nutrisi yang di perlukan untuk pertumbuhan tanaman.
  8. Ranting pengganti /cabang tersier - merupakan ranting subsitusi, tunas tahunan, dipangkas pada musim gugur untuk 2 tunas. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa tahun depan di ranting ini untuk membentuk cabang yang kuat, salah satunya (top) diperoleh untuk hasil, dan yang lainnya (yang lebih rendah) lagi dipotong pendek untuk pengganti ranting baru setiap tahunnya.
  9. Ranting buah - biasanya dikembangkan pertumbuhan berumur setahun, ranting terletak di organ generatif, tetapi tidak dalam jumlah yang sama di masing-masing cabang. Zona mata buah yang berbeda ditandai dengan memvariasikan berbuah. 
  10. Cabang tautan - merupakan daerah berbuah anggur, terdiri dari cabang yang sama yang disebut cabang penghubung. Cabang ini diperlukan untuk memopang kerangka/struktur tumbuh sedikit sepanjang tahun. dan ini diterapka setidaknya ketika pemangkasan. 
  11. Tunas Tahunan
  12. Tunas Steril 
  13. Tunas Produktif - cabang yang berasal dari tunas tersier yang dipangkas.
  14. Tunas Air - adalah orde ke dua, tunas yang tumbuh, muncul dari tunas tahunan di axils/ketiak daun. 
  15. Sulur - Bagian tanaman yang berfungsi untuk mengkaitkan bagian tanaman agar dapat tumbuh kokoh ke atas.
  16. Mata tunas yang didorman sebelum dipelihara untuk menghasilkan tunas buah tahunan berikutnya.
  17. Tunas tidak Produktif - merupakan tunas yang tumbuh di zona mata yang tidak diharapkan.
  18. Tunas yang tumbuh di luar mata tunas yang dipelihara.

Rabu, 03 Februari 2016

Penyerbukan Buatan Pada Tanaman Anggur


 
http://boleznisada.ru


Di alam, tanaman anggur memiliki empat jenis bunga yaitu : hermafrodit, funsional laki -laki, fungsional perempuan dan transisi dari staminal ke biseksual.
Kebanyakan bunga - bunga yang dibudidayakan verietas anggur adalah biseksual atau fungsional perempuan, jenis lainnya hanyalah spesies liar. Ada banyak varietas yang tanpa penyerbukan serbuk sari asing tidak membentuk buah. Ini yang sering kita sebut dengan varietas tipe bunga fungsional perempuan. Dan untuk kebun - kebun industri, varietas ini ditanam berselang seling dengan varietas biseksual, ditanam dalam dua baris yang menungkinkan dapat terjadi penyerbukan silang alami oleh angin.
  
Penyerbukan Buatan

Untuk penyerbukan buatan menggunakan serbuk sari yang berasal dari bunga fusional biseksual, yang selama periode berbunga dipindahkan ke kelas dengan tipe funsional perempuan. Dalam rangka meningkatkan produktivitas membuat penyerbukan tambahan spesies biseksual. Penyerbukan buatan anggur dengan bunga biseksual  dapat meningkatkan hasil hingga 20 persen, dan anggur dengan bunga fungsional perempuan - 40 persen.

Fase bunga tanaman merambat memiliki masa relatif singkat sekitar 9 -14 hari dengan suhu harian rata - rata diatas + 15
° C, namun kondisi optimal diciptakan pada + 25 - 35 ° C dan kelembaban normal. Waktu doopyleniya sekitar jam pagi ( 08.00 - 12.00), dan dalam cuaca berawan - sepanjang hari. Ketika cuaca berembun dan berkabut sebaiknya penyerbukan tidak dilakukan, karena sebuk sari harus kering. Hal ini diketahui bahwa penyerbukan alami dilakukan oleh berbagai serangga dan angin. Sering juga terjadi bahwa angin bertiup dalam satu arah selama periode berbunga dan karena itu tidak terjadinya doopylyayutsya perbungaan, maka perlu dilakukannya doopylenie penyerbukan buatan.

Perlu diingat bahwa waktu berbunga varietas tertentu hanya berlangsung 5 - 6 hari, dan kita harus memiliki tanaman dengan waktu penyerbukan (dooplit) dua kali. maka yang perlu dilakukan adalah mengatur waktu pangkas tanaman, agar dapat dilakukan penyerbukan buatan pada varietas tipe bunga fungsional perempuan, bersamaan dengan waktu berbunga dengan varietas tipe lainnya.